Aksi Nyata Teknik Lingkungan ITY: Rayakan Hari Lingkungan Hidup 2026 dengan Restorasi Mangrove di Kulonprogo
27 May 2026 123
KULONPROGO – Menyambut Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2026, puluhan
mahasiswa Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) menggelar aksi nyata peduli bumi.
Kegiatan tersebut diinisiasi oleh Program Studi (Prodi) Teknik Lingkungan Fakultas
Teknik Lingkungan dan Sumber Daya Alam (FTLSDA) ITY. Mengusung semangat
restorasi, mereka melakukan penanaman ratusan bibit mangrove serta diseminasi
hasil penelitian sosial di kawasan Bleberan, Kalurahan Banaran, Kapanewon
Galur, Kabupaten Kulonprogo, pada Minggu (24/5/2026).
Kegiatan ini tidak hanya sekadar
seremonial penanaman pohon. Rangkaian acara diawali dengan Diseminasi Hasil
Survei Sosial bertajuk "Dukungan Masyarakat dalam Restorasi
Mangrove Bleberan" serta pemaparan hasil penelitian mahasiswa mengenai
kesesuaian kualitas lingkungan terhadap ekosistem mangrove di wilayah tersebut.
Acara diseminasi yang berlangsung di Pendopo Bleberan ini melibatkan langsung
Pemerintah Kalurahan Banaran, tokoh masyarakat, serta Kelompok Tani Hutan (KTH)
Tirto Manunggal.
Sebagai bentuk komitmen jangka
panjang, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama (Implementation
Arrangement/IA) Pengabdian Masyarakat. Penandatanganan dilakukan oleh Dekan
FTLSDA ITY, Edy Masduqi, S.Si.,M.Si., Ketua Prodi Teknik Lingkungan ITY, Ir. Evy Kusumaningrum,
S.T., M.T., bersama pihak Pemerintah Kalurahan Banaran dan KTH Tirto Manunggal.
Sinergi
Akademis dan Aksi Iklim
Ketua Prodi Teknik Lingkungan ITY,
Ir. Evy Kusumaningrum, S.T., M.T., menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi wadah
krusial untuk mengasah kepekaan generasi muda terhadap isu global.
"Kegiatan ini merupakan
rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup untuk memupuk kesadaran mahasiswa
terhadap pengelolaan lingkungan pesisir berkelanjutan sebagai aksi nyata
menghadapi perubahan iklim," ujar Evy.
Hal senada diungkapkan oleh Dr.
Radjali Amin, selaku koordinator penelitian Dukungan Masyarakat Terhadap
Restorasi Mangrove Bleberan. Ia mengaku bangga dan sangat mengapresiasi energi
positif yang dipancarkan oleh para mahasiswa di lapangan.
"Kesannya adalah sangat senang
melihat kegiatan itu. Acara konservasi lingkungan mangrove yang dibungkus
dengan keceriaan anak-anak muda yang energik. Mangrove tertanam, mahasiswa
gembira, dan rasa capai, kotor, basah, serta lelah tidak dirasakan oleh mereka.
Tetap semangat dan ceria," ungkap Dr. Radjali.
Tak
Gentar Lumpur, Tanam 200 Pohon Mangrove
Puncak acara ditandai dengan aksi
turun ke lapangan untuk menanam 200
pohon mangrove di pesisir Bleberan. Sebanyak 60 mahasiswa dari berbagai
lintas prodi mulai dari Teknik Lingkungan, Teknik Kelautan, Teknik
Pertambangan, Teknik Sistem Energi, hingga Teknik Industr, bahu-membahu
menembus medan berlumpur demi kelestarian pesisir Kulonprogo.
Bagas Adiyaksa, Ketua Pelaksana
Kegiatan sekaligus perwakilan mahasiswa, tidak dapat menyembunyikan rasa
harunya melihat antusiasme rekan-rekannya yang luar biasa.
"Melihat teman-teman sangat
antusias dalam menjalani penanaman mangrove, saya sangat senang. Ternyata masih
banyak yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan. Melalui kegiatan ini,
kami tidak hanya belajar tentang pentingnya ekosistem pesisir, tetapi juga
merasakan kuatnya rasa kebersamaan," tutur Bagas.
"Lelahnya berjalan di atas
lumpur langsung hilang begitu melihat kekompakan teman-teman. Pengalaman
berharga ini membuat saya sadar bahwa menjaga alam akan terasa jauh lebih
ringan dan menyenangkan jika dilakukan dengan saling bahu-membahu. Terima kasih
untuk semua pihak yang sudah terlibat, kalian luar biasa," tambahnya penuh
semangat.
Melalui kolaborasi antara akademisi,
mahasiswa, pemerintah kelurahan, dan kelompok tani lokal ini, diharapkan
kawasan mangrove Bleberan dapat terus berkembang menjadi benteng hijau yang
kokoh dalam menjaga ekosistem pesisir Kulonprogo dari abrasi dan dampak buruk
perubahan iklim. (Agustina/Humas ITY)