Dosen Magister Ilmu Lingkungan Institut Teknologi Yogyakarta (ITY) menghadiri “2026 Annual Conference of the Geographical Society of China”
18 May 2026 16
Pada tanggal 25
April 2026, Dr. Anastasia Neni C. P., S.Si., M.Sc., dosen Magister Ilmu
Lingkungan Institut Teknologi Yogyakarta (ITY), menghadiri “2026 Annual Conference of the Geographical Society of China”
(Taiwan). Acara diselenggarakan di National Changhua University of Education,
Taiwan dengan tema conference yaitu “Resilient Society and Geographical Practices”.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Anastasia Neni C. P., S.Si., M.Sc.
mempresentasikan hasil penelitian yang berjudul “Subsurface characteristics around the superdeep landslide area using
the ERT method”.
Konferensi ini terdiri dari 19 sesi, menampilkan 86 makalah dan menarik
lebih dari 160 akademisi, dosen, dan mahasiswa. Profesor Kris Olds dari Amerika
Serikat menyampaikan pidato utama (keynote
speaker) yang berjudul “Mapping the Evolving
Global Higher Education & Research Landscape”. Keynote speaker menyampaikan terkait menjelajahi koneksi dan lanskap pendidikan
tinggi dan jaringan penelitian yang terus berkembang dalam skala global,
menampilkan perspektif yang sangat internasional dan berwawasan ke depan.
Tema konferensi mencakup 19 sesi tematik, termasuk: "Historical Geography and Spatial Governance,"
"Geography Beyond Humanity," "Social Communication in
Geography," "Geographical Education Practice and Research,"
"Topographic Hazards," "Economic Geography," "Social
Communication and Local Society," "Agricultural and Tourism
Development," "Local Development Research," "Climate and
Public Health," "Topographic Surveying and Environmental Monitoring,"
"Geography of Home, Country, and Belonging," "Spatial Science
and Smart Decision-Making," "Geopolitical Ecology," and
"Social Space and Resource Management".
Tema-tema tersebut sangat erat kaitannya dengan studi ilmu lingkungan, terutama
ilmu lingkungan di ITY.
Pada hari kedua, dilaksanakan field trip ke
921 Earthquake Museum of Taiwan
bersama dengan tim S3 Ilmu Lingkungan Universitas Gadjah Mada. Field trip ini dipandu oleh Ci-Jian
Yang, Ph.D., asisten profesor dari National Taiwan University (NTU). Dalam kesempatan
tersebut, beliau menjelaskan terkait gempa yang terjadi di Taiwan berdasarkan
kondisi geologi Taiwan. 921 Earthquake
Museum of Taiwan diabadikan setelah kejadian gempa besar yang menimpa pada
tahun 1999. Bangunan sebelum gempa merupakan bangunan sekolah menengah yang
berada di Wufeng District.
Kunjungan studi bersama
tim S3 Ilmu Lingkungan UGM dilakukan pada tanggal 27 April 2026 ke Departemen
Geografi, National Taiwan University (NTU). Ci-Jian Yang, Ph.D., menyampaikan
terkait sejarah dan ruang lingkup penelitian di Departemen Geografi NTU. Setelah
itu, dilanjutkan menuju Soil Museum
yang ada di NTU. Di Soil Museum dilakukan
diskusi bersama dengan Prof. Zeng-Yei Hseu, Ph.D., selaku penanggung jawab
museum dan profesor dari Departemen Agricultural Chemistry. (Humas/Agus
Suyanto)