Mahasiswa Yogyakarta Raih Bronze Medal di Elbajo Essay Competition 5 2026 Berkat Inovasi Remediasi Nikel
15 Oct 2026 12
Tim mahasiswa dari lintas perguruan tinggi di Yogyakarta berhasil meraih prestasi gemilang dalam ajang nasional Elbajo Essay Competition 5 2026. Tim yang diketuai oleh Baso Tenri Sau (Institut Teknologi Yogyakarta) ini sukses mengamankan posisi Bronze Medal (Juara 3) pada sub-tema Lingkungan.
Kompetisi bergengsi yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olah Raga Kabupaten Manggarai Barat bekerja sama dengan Sentosa Foundation ini berlangsung pada 5–6 September 2026 di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Inovasi Solusi Lingkungan Berbasis Bioteknologi
Gagasan yang diusung oleh tim kolaboratif ini bertajuk "NBCRS : Platform Bioteknologi Adaptif Berbasis Mikroba Lokal Untuk Remediasi Pencemaran Nikel Dan Mendukung Ekonomi Sirkular Indonesia". Gagasan tersebut berfokus pada penanganan dampak pencemaran limbah tambang nikel melalui pendekatan bioteknologi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.
Keberhasilan karya tulis ilmiah ini tidak terlepas dari kerja keras seluruh anggota tim yang berasal dari berbagai kampus di Yogyakarta:
Baso Tenri Sau – Institut Teknologi Yogyakarta (Ketua Tim)
Besse Isa Surianti – Universitas Alma Ata
Moh Rifai – Universitas Amikom Yogyakarta
Moh Fajar P – Institut Teknologi Yogyakarta
Moh Arifanshah – Universitas Janabadra Yogyakarta
Langkah Kecil untuk Dampak Nyata
Bagi Baso Tenri Sau dan rekan-rekannya, ajang ini bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan gelar, melainkan sebuah proses belajar yang penuh makna.
"Mengikuti kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Selain menambah wawasan dan pengalaman, kegiatan ini membuat saya semakin termotivasi untuk terus mengembangkan gagasan di bidang lingkungan. Bagi saya, ini merupakan salah satu langkah kecil untuk terus belajar, mencoba, dan berkembang," ungkap Baso.
Ia juga menambahkan bahwa keberanian untuk memulai adalah kunci utama. "Saya percaya bahwa setiap proses memiliki arti tersendiri. Yang terpenting, saya berani melangkah dan terus berusaha agar suatu saat gagasan yang kami bawa bisa memberikan manfaat nyata bagi lingkungan," tutupnya.
Capaian ini membuktikan bahwa sinergi antar-akademisi muda dari berbagai disiplin ilmu mampu melahirkan gagasan aplikatif yang responsif terhadap isu-isu lingkungan strategis di Indonesia. (Agustina/Humas ITY)